Tata Cara Mandi Wajib yang Benar

Mandi menurut bahasa adalah mengalirnya air secara mutlak baik di anggota badan atau lainnya. Sedangkan menurut istilah syar’i adalah mengalirkan air ke seluruh tubuh dengan syarat-syarat tertentu dan disertai dengan niat. Mandi merupakan mencuci seluruh anggota tubuh dengan cara menyiramkannya atau dengan berendam. Manusia mandi dua kali sehari untuk menghilangkan bau, kotoran dan sel-sel kulit mati. Mandi juga bermanfaat untuk memelihara kesehatan menjaga kebersihan serta mempertahankan penampilan agar tetap terjaga kebersihannya. Lantas bagaimanakah dengan tata cara mandi wajib dalam Islam? berikut penjelasannya.

Sesungguhnya yang membedakan antara mandi biasa dengan mandi wajib adalah niatnya. Karena hal tersebut yang membedakan mana yang menjadi kebiasaan dan mana yang menjadi ibadah. Nabi saw bersabda yang artinya: “Sesungguhnya setiap amalan yang dilakukan seseorang tergantung pada niatnya.”

Rukun Mandi Wajib

Adapun rukun mandi wajib adalah mengguyur seluruh anggota tubuh dengan air mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki. Mengenai hal ini diterangkan oleh banyak hadis oleh Nabi saw di antaranya adalah hadis Aisyah ra yang menceritakan tata cara mandi Nabi saw, bahwa saat mandi Nabi saw menyiramkan air pada seluruh tubuhnya.

Sahabat Rasulullah saw berkata kami sering memperbincangkan tentang mandi junub di sisi Nabi saw kemudian beliau bersabda yang artinya: “Aku mengambil air dengan kedua telapak tangan sebanyak tiga kali lalu aku mebasuh kepalaku, kemudian aku mengguyurkannya pada semua tubuhku.”

Dalam dalil menunjukkan bahwa hanya boleh mengguyur seluruh anggota badan dengan air dan itu termasuk rukun fardu mandi wajib. Dan adapun seseorang yang akan melakukan mandi wajib maka haruslah dia memenuhi rukun mandi wajib agar mandinya dianggap syah dan disertai dengan niat. Adapun berkumur-kumur menghirup air kedalam hidung atau istinsyaq dan menggosok bagian badan adalah perkara yang disunahkan dalam mandi wajib.

Mandi Wajib Bagi Laki-laki

ps4pro.eu

Dalam beberapa hadis disebutkan ada delapan tahapan mandi wajib bagi laki-laki:

  • Yang pertama adalah mencuci tangan sebanyak tiga kali, hal ini bertujuan untuk membersihkan tanggan dari kotoran.
  • Ke-dua membersihkan bagian kemaluan dengan menggunakan tangan kiri.
  • Ke-tiga mencuci tangan dengan sabun setelah membersihkan bagian kemaluan, hal ini disunahkan bagi orang yang ketika selesai beristinja, hendaklah dia mencuci tangan dengan debu, tanah atau semacam sabun untuk menghilangkan kotoran yang ada.
  • Ke-empat berwudu dengan sempurna seperti hendak akan melakukan ibadah sholat, namun hal ini tidaklah wajib, cukup dengan menyiram air keseluruh tubuh tanpa didahului dengan berwudu maka itu sudah disebut mandi wajib.
  • Ke-lima mengguyur air pada kepala sebanyak tiga kali hingga mengenai pangkal atau akar rambut.
  • Ke-enam mulai mencuci kepala bagian kanan lalu diikuti kepala bagian kiri.
  • Ke-tujuh menyela-nyela rambut hingga semua bagian terkena air. Aisyah ra menyebutkan bahwa Rasulullah saw mandi dengan menggosok-gosokkan tangannya ke rambut kepalanya hingga beliau yakin air tersebut sampai pada kulit kepalanya, lalu beliau mengguyurkan air ke atas kepalanyanya tiga kali kemudian beliau membasuh badan lainnya.
  • Dan yang terakhir mengguyur air ke seluruh anggota tubuh dimulai dari bagian tubuh sebelah kanan dan diikuti bagian tubuh sebelah kiri kiri. Aisyah ra menyebutkan bahwa Nabi saw selalu mendahulukan yang kanan terlebih dahulu ketika melakukan perkara yang baik-baik seperti memakai sendal, bersisir dan bersuci.

Mandi Wajib bagi Perempuan Setelah Haidh

youtube.com

youtube.com

Tata cara mandi wajib bagi perempuan tidak jauh berbeda dengan laki-laki, dalam beberapa hadis juga disebutkan tahapan-tahapan mandi setelah haidh, yang pertama adalah mandi dengan menggunakan sabun dan pembersih lainnya. Aisyah ra menyebutkan  bahwa Asma’ pernah bertanya kepada Nabi saw tentang mandi wajib setelah haidh.

Kemudian beliau bersabda yang artinya “Hendaklah kamu mengambil air dan daun bidara, lalu bersucilah dengan membaguskan bersucinya. Kemudian hendaklah kamu menyiramkan air pada bagian kepalamu, lalu menggosok-gosoknya hingga mencapai akar rambut kepalanya lalu hendaklah kamu menyiramkan air ke atas kepalamu. Kemudian ambillah kapas bermisik, lalu bersucilah dengannya (menyapu bekas-bekas darah haidh yang ada (dengan kapas tadi).”

Kemudia dia bertanya kepada Nabi saw tentang mandi junub, maka beliau bersabda: “Hendaklah kamu mengambil air lalu bersuci dengan sebaik-baiknya dalam bersuci kemudian kamu siramkan air pada kepala, lalu menggosoknya hingga mencapai kulit kepalanya, kemudian mengguyurkan air padanya.” Berikutnya melepaskan kepangan rambut sehingga air bisa sampai ke kulit rambut, dalil ini menunjuka tidak cukup denhan hanya mengalirkan air seperti halnya mandi junub.

Usai masa haidh seorang wanita disunahkan membawa kapas atau potongan kain untuk mengusap tempat keluarnya darah untuk mengusap sisa-sisa darah yang masih keluar. Selai itu juga disunahkan menggunakan minyak atau parfum untuk menghilangkan bau yang tidak sedap karena bekas darah haid.

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa jika seseorang sudah berniat untuk mandi wajib lalu dia mengguyur seluruh badannya dengan air, maka setelah mandi dia tidak perlu berwudhu lagi. Para ualma sepakat bahwa wudhu telah masuk dalam mandi. Mandi wajib merupakan bentuk dari bersuci yang sesungguhnya dengan mandi wajib membuat kita kembali menjadi suci dan bersih di mata agama.

One Response

  1. Maun 6 Oktober 2015

Leave a Reply