Manfaat dan Kandungan Gizi pada Tempe

Tempe, siapa yang tidak mengenal makanan yang terbuat dari soya atau kacang kedelai ini? Tempe adalah makanan yang hampir setiap hari dikonsumsi oleh sebagian besar orang di Indonesia, terutama di pulau jawa. Tempe adalah makanan yang terbuat dari kacang kedelai yang diber ragi dan mengalami proses fermentasi sehingga bentuknya memadat dan berwarna putih. Tempe adalah makanan yang sehat karena mengandung protein nabati, serat pangan, zat besi, vitamin B, fosfor, keratin dan asam amino esensial terlengkap.

Makanan warisan leluhur ini diakui sebagai makanan yang sehat oleh World Healtthiest Food. Tempe merupakan sumber protein yang baik, yaitu sekitar 18,3 gram per 100 gram. Menurut pakar gizi dan makanan, kandungan gizi yang terdapat pada tempe disejajarkan dengan kandungan gizi yang terdapat pada yogurt. Itu sebabnya tempe sangat dianjurkan sebagai makanan pendamping untuk orang yang sedang melakukan diet tertentu. Tempe juga mengandung isoflavon genistein yang bisa menekan nafsu makan, sehingga merasa kenyang lebih lama.

 

Tempe Dicintai Di Luar Negeri Karena Sehat

via vegeneo.org

via vegeneo.org

Tidak hanya di Indonesia, tempe juga digemari di luar negeri. Tempe telah dinobatkan oleh organisasi kesehatan dunia WHO sebagai salah satu makanan paling sehat? Sedangkan di Ingris tempe mendapat predikat sebagai makanan paling sehat, menurut ahli kesehatan di negara Ratu Elizabeth tersebut tempe yang bagus adalah tempe produksi kota Malang. Sedang di Jepang ada tempe dari Indonesia di manga shougeki ni soma dan ada hari khusus tempe dimana satu hari tersebut seluruh warga Jepang memakan tempe. Dan di Amerika ada restoran yang menyajikan menu makanan dengan campuran tempe yang diberi nama sandwich tempeh lettuce tomato.

Banyak orang yang menyukai tempe di luar negeri menjuluki tempe sebagai magic food atau makanan ajaib. Di Eropa sendiri harga tempe tiga kali lipat lebih mahal daripada harga daging, sedang di Amerika sepotong tempe dihargai 4 dollar, karena kandungan protein pada tempe 1,2 kali lebih tinggi daripada kandungan protein pada daging sapi. Di Swedia tempe dibuat dari barley dan oats karena iklim di negara tersebut tidak cocok untuk menanam kedelai.

 

Tempe Baik Untuk Kesehatan

via wikipedia

via wikipedia

Tempe baik untuk kesehatan lambung karena mengandung protein dan senyawa anti inflamasi sehingga bisa mengobati penyakit maag, sebab protein pada tempe sudah siap dicerna oleh tubuh karena terlebih dahulu sudah dicerna oleh jamur dan senyawa anti inflamasi. Mengkonsumsi tempe bisa mencegah penyakit anemia karena vitamin B12 yang terkandung pada tempe cukup tinggi. Bila dikonsumsi setiap hari zat antibiotika alami yang terdapat pada tempe bisa jadi obat untuk disentri. Fermentasi kedelai yang menjadi proses dari pembuatan tempe bisa menghancurkan asam amino purin dan pirimidin yang menjadi penyebab asam urat. Tempe mengandung superoksida desmutase yang bagus untuk para penderita jantung karena dapat mengendalikan pengaruh radikal bebas. Di Indonesia penyakit alzaimer atau kepikunan jumlahnya sedikit karena orang Indonesia sering mengkonsumsi tempe setiap hari.

Tempe juga dapat menghilangkan kerutan dan mengencangkan kulit pada orang yang berusia 40 tahun keatas yang mengkonsumsi tempe secara rutin dan continue. Mengkonsumsi tempe bagus untuk menghambat kerusakan sel tubuh dan proses penuaan, karena tempe mengandung lesitin yang bisa menjadi obat awet muda. Kandungan nutrisi pada tempe bisa mengikat total antioksidan dalam darah dan menghindari efek buruk dari paparan sinar ultraviolet. Hasil riset menyebutkan bahwa wanita yang rajin mengkonsumsi tempe akan terhindar dari penyakit kanker payudara. Walaupun tempe adalah makanan yang sehat, diperlukan pengolahan yang baik sehingga manfaat tempe bisa dirasakan. Hindari mengolah tempe dengan cara digoreng, dikukus lebih baik karena tidak mengandung minyak.

Leave a Reply