Kisah Syaiton & Seorang Penebang Pohon

Ada sebuah kisah yang diriwayatkan oleh Ibn Al Jawzi tentang seorang penebang pohon dan syaiton. Kisah tersebut tentang seseorang yang hidup di sebuah kota, dan orang-orang yang tinggal di kota ini menyembah sebuah pohon. Sebuah pohon.., Mereka berkata bahwa pohon itu adalah dewa. Dan mereka pun menyembah pohon itu, bersujud pada pohon itu, berthawaf mengelilinginya dan memberinya sesajen.

Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam bersabda yang artinya: “Barangsiapa yang melihat kemungkaran maka rubahlah dengan tangannya (kekuasaan), jika tidak mampu maka rubahlah dengan lisannya, jika tidak mampu maka (tolaklah) dengan hatinya dan hal tersebut adalah selemah-lemahnya iman.”

Jadi seorang yang beriman di kota ini yang memutuskan untuk mengubahnya. “Ini syirik, ini haram, dan aku harus melakukan sesuatu.” Jadi dia berpikir bagaimana cara terbaik untuk menghindari konflik dengan penduduk. Kemudia dia putuskan ketika penduduk tertidur saat malam, dia akan bawa kapak dan akan menebang pohon itu.

Tebak siapa yang menghadang perjalanannya? Syaiton muncul dalam wujud manusia.

youtube.com

youtube.com

“Kemana kau akan pergi?”
“Aku ingin menebang pohon itu!”
“Kau tidak boleh menebangnya!”
“Aku harus melakukannya”
“Jangan!”
“Ya aku harus!”

Jadi mereka pun bertarung, orang beriman itu berhasil mengalahkan syaiton yang menyamar jadi manusia tadi.

Ketika syaiton tidak berhasil merayumu dengan cara ini, dia punya cara lainnya. Syaiton licik, dia punya banyak cara, dia berkata, “begini saja, kau orang yang sholeh, penduduk di sini memang jahat, mereka akan masuk ke neraka. Aku punya tawaran bagus untukmu, pulanglah dan kau tidak perlu bekerja lagi, setiap harinya aku akan memberikan dua dinar koin emas untukmu. Sehingga kau bisa tetap di rumahmu beribadah pada Allah SWT, penduduk disini sudah tidak ada harapan! Mereka sudah bergelimang dosa, kau tidak bisa menolong mereka.”

Orang itu berkata, “Benar juga.”

Orang yang berilmu tidak akan terbujuk rayuan syaiton seperti itu. Orang yang berilmu lebih kuat melawan rayuan syaiton daripada seribu ahli ibadah. Seorang yang hanya beribadah tidak punya pengetahuan syaiton dapat menipunya dengan mudah, dapat memainkannya.

Tapi seseorang yang punya pengetahuan, tidak akan tertipu karena ketika kita bekerja, itu termasuk ibadah kepada Allah SWT, karena kita mencari nafkah untuk keluarga kita. Tapi dia terbujuk kata-kata syaiton, dia percaya jadi dia pulang kerumah.

Pada hari pertama dia menemukan dua dinar yang dijanjikan, di hari kedua dia menemukan dua dinar di pagi hari. Di hari ketiga tidak ada koin emas. “Kenapa dia melanggar janjinya? Oke malam ini aku akan membawa kapak dan aku akan menebang pohonnya.”

Jadi dia membawa kapaknya di malam hari untuk menebang pohonnya. Tebak siapa yang menemuinya? Syaiton!

“Kemana kau akan pergi?”
“Aku akan menebang pohonnya!”
“Kau tidak boleh menebangnya!”
“Aku harus melakukannya”
“Jangan!”
“Ya aku harus!”

Jadi mereka bertarung lagi, tapi kali ini syaiton mengalahkannya dengan mudah, syaiton membuatnya babak belur. Orang itu jadi bingung, “Bagaimana bisa dipertarungan pertama aku mengalahkanmu dan dipertarungan ini kau mengalahkannku?”

Syaiton berkata, “Dipertarungan pertama kau melakukannya karena Allah, tapi kali inikau melakukannya karena dua dinar koinemas.” LIHAT! Kita bisa mengalahkan syiton jika kita ta’at dan bertakwa kepada Allah SWT. Dan Allah telah berfirman tentang ini sejak awal di dalam Qur’an surat Al Hijr ayat 42:

“Inna ‘ibadi laisa laka ‘alaihim shulthon…”

Artinya: “Hamba-hamba-Ku yang mematuhi-Ku, kau tidak akan punya kekuatan apapun terhadap mereka…”

 

One Response

  1. Lakiesha 22 Juli 2016

Leave a Reply