Balasan Bagi Orang yang Bersedekah dengan Ikhlas

Peringatan Untuk Orang yang Bersedekah

Di dalam Al-Qur’an banyak ayat yang menjelaskan tentang pengertian bersedekah, salah satunya ada dalam surat Al-Lail ayat 5: “Fa ammaa man a’thaa wat taqaa” yang artinya: Adapun orang-orang yang memberikan ketika di dunia ikhlas karena Allah (memberi dengan ikhlas).

Kemudian “Wa shaddaqa bil husnaa” yaitu, Percaya dengan pahala yang Allah siapkan untuknya dengan pemberian dan membenarkan terhadap kebaikan. Jadi ketika kita hendak memberi jangan melihat berapa banyak yang kita berikan. Maksudnya bukan tidak melihat dengan memejamkan mata, namun tidak menganggap besar pemberian tersebut dibandingkan dengan apa yang Allah akan berikan kepadanya.

Pemberian kita tersebut akan terlihat kecil dibandingkan dengan balasan yang Allah berikan kepada kita. Oleh sebab itu orang yang memberi dengan ikhlas karena Allah, kemudian percaya dengan balasan yang Allah akan berikan kembali kepada dia.

Mindset ini harus ada pada orang yang memberi, dia tau apa yang dikeluarkan tidak akan hilang begitu saja melainkan ada balasannya, bukan hanya sekedar balasan. Balasannya jauh lebih besar berbandingkan apa yang dikorbankan. Apakah yang bisa didapat atau difahami oleh orang yang berkeyakinan demikian? Dia akan melihat pemberiannya tersebut amat kecil dibandingkan apa yang akan dia dapat.

Ibarat orang yang sedang memancing ikan dengan menggunakan umpan ikan kecil untuk mendapatkan ikan yang jauh lebih besar. adakah kita merasa sanyang kepada umpan yang diberikan, padahal kita akan mendapatkan ikan yang jauh lebih besar. Sama halnya dengan orang yang bersedekah akan melihat balasan yang lebih besar yang akan diberikan oleh Allah SWT.

 

peringata untuk orang yang bersedekah

Sumber gambar; Bistrita24Ro

Keuntungan yang Didapat dengan Bersedekah

Allah SWT menjamin kepada orang-orang yang memberi dengan ikhlas dan juga meyakini kalau perbuatannya akan dibalas, selama dia hidup di dunia akan dipermudah urusannya oleh Allah dalam berbuat amal-amal kebaikan kepada Allah SWT. “Fa sanuyassiruhuu lil yusraa” akan dipermudahkan oleh Allah SWT untuk perkara-perkara yang baik daripada amal-amal yang soleh.

“Wa sayujannabuhal atqaa” Allah akan menjauhkan orang yang bertakwa daripada neraka, siapakah mereka orang yang bertakwa? “Alladzii yu tii maalahuu yatazakkaa” yaitu orang yang menyedekahkan hartanya untuk membersihkan dirinya.

Allah memberitahukan kepada orang yang dengan ikhlas bersedekah, jadikanlah sedekah itu untuk membersihkan diri. Bukan untuk melihat sebanyak mana kita sudah membantu orang lain, tapi untuk membersihkan diri. Kita yang mendapat manfaat, yang memberi yang mendapatkan manfaat.

“Yu tii maalahuu yatazakkaa” memberikan harta kepada orang lain untuk membersihkan diri, seakan-akan orang yang menerima tersebut menjadi sebab kebersihan kepada diri kita yang memberi. Orang yang beriman akan merasa kalau kita tidak berbagi kepada orang lain bagaimana kita akan membersihkan diri? Agar kita terelakan dari al man, apakah al man itu? Yaitu mengungkit-ungkit kebaikan yang diberikan kepada orang lain.

Ada tiga golongan orang yang tidak dipandang oleh Allah SWT kelak di hari kiamat, salah satunya adalah orang yang bersedekah kepada orang lain kemudian dia mengungkit-ungkitnya kembali. Setiap berjumpa, aku pernah memberi ini kepadamu, aku pernah bagi itu kepadamu. Maka orang tersebut tidak akan dipandang oleh Allah SWT.

Di dalam bersedekah kita yang mendapatkan keuntung kebersihan, apakah kebersihan yang dimaksudkan? Satu, kebersihan hati dari sifat kikir, yang kedua kebersihan harta agar harta yang kita miliki berkah. Karena dengan kita berinfaq kepada orang lain, infaq tersebutlah yang akan menjadi pelindung dan keberkahan pada harta yang kita miliki.

 

Konten terkait:

Jangan Bersedekah dengan Barang yang Kurang Baik

Bersedekahlah Dengan Harta Yang Kamu Cintai

Siapa yang Lebih Berhak Menerima Sedekah?

Amalan untuk Orang Miskin yang Pahalanya Sama dengan Bersedekah

One Response

  1. Pingback: Cerita sedekah 30 September 2015
  2. Pingback: Hikmah sedekah 30 September 2015
  3. Pingback: Kisah sedekah 30 September 2015
  4. Pingback: Sedekah yang benar 30 September 2015
  5. Malinda 6 Mei 2016

Leave a Reply