Jangan Bersedekah dengan Barang yang Kurang Baik

Sedekah Yang Kurang Baik

Dahulu di zaman Rasulullah SAW ada kaum ashabu suffa, yaitu orang-orang yang datang dari luar dan berhijrah ke madinah sementara mereka tidak punya kaum kerabat di madinah. Kemudian Rasulullah SAW mengijinkan mereka tinggal di belakang rumah Nabi. Ada kurang lebih sekitar 70 orang yang tinggal di masjid Nabi SWA tersebut.

Mereka itu adalah fakir miskin dan hendak bekerja pun susah karena keadaan waktu itu memang sedang susah. Sehingga mereka banyak bergantung kepada pemberian orang lain. Bilamana pada saat musim menuai kurma telah tiba, orang-orang Anshor yang mempunyai kebun kurma akan mengunduh buah kurma tersebut untuk dijual atau diberniagakan atau untuk mereka makan sendiri.

Orang-orang Anshor mensedekahkan kurma-kurma yang kurang baik dan diletakan di pintu-pintu masjid untuk menjadi makanan bagi siapa saja, termasuk ashabu suffa yang memerluka juga bantuan dalam bentuk makanan. Namun oleh karena kurma yang diinfaqkan  sebagai makanan itu adalah kurma-kurma yang kurang baik, karena pasal kurang baiknya tersebut. Maka Allah SWT tidak menerima amal baik orang-orang Anshor tersebut.

Allah SWT maha mengetahui isi hati orang yang ketika dia beramal memberikan barang yang kurang baik dan tidak memperhatikan kualitas amalnya tersebut kepada Allah SWT. Orang yang bijak akan melihat kualitas amal, bukan sebanyak mana dia beramal, tidak. Namun dia akan melihat kualitas amal tersebut, bukan hanya yang penting beramal.

Oleh karena itu Allah SWT menurunkan ayat untuk memperbaiki pemikiran orang-orang Anshor tersebut. Yang artinya: Jangan sekali-kali kamu bermaksud atau meniatkan dalam kamu berninfaq, infaq yang kurang baik atau yang tidak sesuai.

Pemikiran tersebut ada di dalam hati oarang yang beramal pada waktu itu, maka Nabi SAW memberitahukan jangan berinfaq dengan barang yang kalau barang itu diberikan kepada kamu, kamu sendiri tidak akan menerima barang tersebut. Barang yang jika kamu diberi kamu sendiri tidak mau mengambilnya maka jangan diberikan kepada orang lain.

 

Konten terkait:

Balasan Bagi Orang yang Bersedekah dengan Ikhlas

Bersedekahlah Dengan Harta Yang Kamu Cintai

Siapa yang Lebih Berhak Menerima Sedekah?

Amalan untuk Orang Miskin yang Pahalanya Sama dengan Bersedekah

No Responses

  1. Pingback: Cerita sedekah 30 September 2015
  2. Pingback: Kisah sedekah 30 September 2015
  3. Pingback: Keutamaan Sedekah 30 September 2015
  4. Pingback: Sedekah yang benar 30 September 2015

Leave a Reply