Do’a iblis kepada Allah

Dalam sebuah kisah yang diriwayatkan oleh Ibn Abi Hatim r.a salah seorang ulama hadits yang hebat, dia meriwayatkan bahwa iblis datang kepada Allah s.w.t sesudah dia dilempar keluar dari surga. Pada saat itu iblis berdo’a kepada Allah.

Dia berkata, ” Ya Allah, Kau menciptakanku untuk menyebarkan fitnah pada keturunan Adam, aku tidak punya kekuatan pada keturunan Adam kecuali kau mengizinkanku. Jadi berilah aku kekuatan untuk menciptakan fitnah pada keturunan Adam.”

Jadi Allah s.w.t berfirman, “Itu untukmu.”

Kemudian iblis berkata: “Ya Allah, berikan aku lebih. Perbanyaklah bagiku.”

Jadi Allah berfirman, “Kemanapun seorang anak Adam terlahir, kau juga akan mempunyai setan lainnya yang juga lahir.”

Artinya untuk setiap manusia di dunia ini, akan ada setan lainnya. Allah s.w.t mengizinkan setan punya banyak anak, cepat melahirkan anak. Untuk setiap anak yang lahir di dunia ini, ada setan lainnya yang juga terlahir.

Kemudian setan berdo’a, “Ya Allah, tambahkanlah untukku.”

Dan pada saat itu, Allah s.w.t berfirman, “Bagimu adalah kesempatan untuk mengalir dalam urat nadi dari keturunan Adam layaknya darah mengalir.”

Jadi Allah memberinya kemampuan memasuki tubuh kita dan memainkan pikiran kita. Untuk dapat melakukan dengan sangat halus, suara dalam pikiran kita seakan-akan ia adalah pemikiran kita sendiri, tapi sebenarnya dari setan yang mengucapkan bisikan-bisikan jahatnya dalam pikiran kita, berbisik ke telinga kita.

Kemudian iblis berkata, “Berikan lebih lagi ya Allah. Berikan aku lebih lagi!”

Jadi Allah s.w.t mewahyukan ayat, “Dan wahai setan, kumpulkan pasukanmu, kumpulkan tentaramu, kumpulkan kudamu dari api jahannam. Kumpulkan mereka semua! Dan kumpulkan pengikutmu, kumpulkan para setan yang merupakan kesatria setan, dan pergilah berperang melawan umat manusia, dan hancurkan mereka dengan kekuatan jahatmu! Pergi dan seranglah mereka! Dan janjikan kepada mereka segala hal di bawah langit dan bumi!”

Kemudian Allah berfirman, “Dan apapun yang dijanjikan setan padamu, bukanlah apa-apa kecuali khayalan. Bukanlah apa-apa kecuali mimpi, hanya tipuan, hanya kepalsuan. Bukanlah apa-apa kecuali dusta!”

Dan hadits ini terus berlanjut, dan dikatakan bahwa Adam a.s mendengar do’a dari iblis. Adam datang kepada Allah s.w.t dan berkata;

“Ya Rabbi, Kau telah memberikan setan kekuatan dan kendali terhadapku sebesar ini, jadi apa yang akan Kau berikan padaku ya Allah? Berikan aku sesuatu.”

Jadi Allah berfirman, “Anak-anak dari keturunanmu tidak terlahir ke dunia ini kecuali Aku akan mengutus padanya dua malaikat. Setan yang ada padanya hanya satu, tapi ada dua malaikat yang terus menjaganya dari kejahatan setan.”

Itulah firman Allah dalam Qur’an. Dia berfirman, “Untuk setiap manusia ada dua malaikat yang silih berganti, satu di depan, satu di belakang, yang menjaganya atas perintah Allah.”

Itu artinya kita punya 5 malaikat yang menjaga kita. Setan ada satu, tapi kita punya lima malaikat di setiap waktu. Dua yang menulis amalan kita, satu di kanan, satu di kiri, amal baik dan amal buruk. Dan dua lagi yang menjaga kita, satu dari depan, satu dari belakang. Dan mereka saling berganti posisi. Dan yang kelima membisikkan ke telinga kita, “Beramal baik, beramal baik. Berdzikirlah. Ucapkan Subhanallah, Alhamdulillah, ucapkan La Illaha Illallah.”

Dan dia menemani kita, 5 malaikat, Allahu akbar! Jadi Adam pun senang. Dan dia berkata;

“Ya Allah, berikan lebih lagi.”

Jadi Allah s.w.t memberitahunya, “Untuk setiap amal buruk, Aku hanya akan menulis satu amal buruk atau akan Kuhapus (Kuampuni). Tapi untuk setiap amal baik, Aku akan menulis sepuluh pahala.”

Jadi Adam pun senang. Dan dia berkata, “Ya Allah, tambahkan padaku.”

Jadi Allah s.w.t berfirman, “Kujanjikan padamu bahwa ampunan-Ku selamanya terbuka sampai ruh meninggalkan jasad.” Artinya selama ruh di dalam jasad, maka ampunan Allah s.w.t selalu terbuka.

Kemudian Adam a.s ayah kita meminta untuk keempat kalinya, “Ya Allah berikan aku lebih dari itu.”

Kemudian Allah s.w.t menjawab, “Jangan pernah berputus asa.” Jangan pernah ragu sama sekali karena sungguh Allah sangat mencintai kita, Dia begitu peduli pada kita. Dia sangat ingin kita masuk jannah (surga). Dia tidak menciptakan kita untuk menghukum kita.

Allah suka mengampuni. Dan Dia akan mengampuni setiap dosa, dari masa lalu, masa depan, masa sekarang, semua dosa! “Sesungguhnya Dia yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Dan kembalilah semua manusia… Kembalilah kepada Tuhanmu bersama-sama. Bertaubat kepada Allah s.w.t dan tunduk kepada-Nya dengan taubatmu! Apa artinya tunduk setelah pertaubatan? Tunduk kepadanya dalam cara terbaik. Ketundukan total! Dan itulah Shalat!

Ketundukan total kepada Allah s.w.t adalah shalat kita. Kita tundukkan suara kita pada Allah, jadi kita tidak bicara apapun kecuali Qura’an dan dzikir. Kita menundukkan diri kita kepada Allah s.w.t sehingga kita rukuk, sujud, atau berdiri dalam shalat. Dan kita menundukkan pikiran kita kepada Allah sehingga kita tidak memikirkan apapun kecuali Allah s.w.t.

Leave a Reply