Sekitar 40 Persen Jajanan di Sekolah Mengandung Zat Pewarna, Boraks & Formalin

Dewi Prawitasari ketua BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan) mengungkapkan bahwa 9,37 persen dari 416 sampel makanan yang beredar di sekolah-sekolah dasar di Ibukota tidak memenuhi kelayakan konsumsi. Dewi Prawitasari mengatakan:

Kami menemukan penggunaan pewarna makanan, boraks, formalin, rodhamin B, dan methanyl yellow pada sampel jajanan sekolah. Kami juga menemukan mikrobiologis pada jajanan tersebut, terutama pada es batu dan minuman sirup ditemukan bakteri Escherichia Coli (Ecoli).

Jajanan anak-anak sekolah masih belum bebas dari zat berbahaya seperti pengawet dan pewarna makanan. Pada beberapa sidak yang dilakukan oleh BPOM ditemukan jajanan yang mengandung zat beracun di kantin-kantin sekolah. Contoh sampel pada jajanan yang berwarna mencolok, minuman berwarna dan berpemanis buatan, nuget, bakso dan lain-lain.

Para siswa sekolah sangat dekat dengan beberapa jajanan tersebut, khususnya siswa sekolah dasar (SD). Menurut BPOM,makanan yang dijual oleh pedagang nakal kerap dicampur dengan zat berbahaya yang dipakai untuk pewarna tekstil, kertas dan cat, yaitu Methanil Yellow.

Zat berbahaya lain yang sering dicampurkan pada jajanan anak-anak adalah Rodhamin B, formalin dan boraks. Jajanan yang mengandung Rodhamin B warnannya akan terlihat merah terang dan menyala, seperti yang ada pada jajanan gula-gula.Menurut pakar kesehatan zat Rodhamin B bisa mengakibatkan kerusakan pada organ hati dan ginjal.

Sedangkan formalin ditambahkan ke jajanan anak-anak agar makanan menjadi lebih kenyal. Padahal, formalin adalah zat yang digunakan untuk mengawetkan mayat, membunuh mikroorganisme, sebagai perekat kayu dan juga digunakan sebagai desinfektan. Mie, bakso dan tahu adalah makanan yang berpotensi disusupi zat berbahaya ini.

Zat berbahaya selanjutnya adalah boraks. Boraks digunakan agar makanan menjadi kenyal, renyah dan terasa enak di lidah. Boraks biasa terdapat pada makanan seperti gorengan, tahu, bakso dan lain-lain. Efek jangka pendek dari boraks adalah hilangnya nafsu makan mengakibatkan gatal-gatal pada kulit. Sementara untuk jangka panjangnya bisa mengakibatkan gangguan syaraf, kerusakan hati, ginjal dan organ tubuh lainnya.

 

1. Pewarna Makanan

BlogspotCom

BlogspotCom

Rhodamin B merupakan zat perwarna sintetis yang digunakan oleh industri textil dan kertas sebagai bahan pewarna. Namun zat ini sering digunakan pedagan nakal untuk memberikan warna pada makan yang mereka jual, seperti kue, minuman berwarna, kerupuk dan jajanan anak-anak lainnya.

Jika zat ini dikonsumsi dan masuk ke tubuh manusia, bisa menyebabkan, mual, muntah, dan sakit perut. Jika terhirup akan mengakibatkan iritasi pada saluran pernafasan, menimbulkan iritasi pada kulit dan menimbulkan gejala keracunan jika tertelan, kemudianair seni akan berwarna merah.

 

2. Boraks

KaskusCom

KaskusCom

Boraks adalah bahan kimia yang digunakan untuk industri kertas, sebagai pengawet kayu, pengusir kecoa dan juga digunakan oleh industry keramik. Boraks tidak berwarna dan mudah larut dalam air. Boraks sering disalah gunakan oleh para pedagang nakal sebagai bahan pengawet makanan seperti kerupuk, mie, lontong, bakso dan makanan lainnya.

Boraks dalam makanan tersebut lama-kelamaan akan tertimbun di dalam organ-organ tubuh manusia dan akan menyebabkan berbagai macam penyakit. Boraks yang dikonsumsi terus-menerus bisa menyebabkan gejala pusing, muntah, mencret, kejang perut hingga kerusakan organ ginjal. Pengaruh kronis terhadap kesehatan adalah gangguan sistem saraf otak, serta anemia, rambut rontok, nafsu makan menurun karena mengalami gangguan pencernaan dan kanker.

 

3. Formalin

BlogspotCom

BlogspotCom

Formalin adalah cairan yang tidak berwarna, berbau  menyengat dan mudah larut dalam air. Formalin merupakan zat yang digunakan sebagai desinfektan, cairan pengawet jaringan, pembasmi serangga dan juga digunakan pada indutri tekstil dan kayu lapis.

Formalin sering disalah gunakan sebagai bahan pengawet makanan seperti tahu, ayam dan ikan agar terlihat segar fresh seperti baru. Jika masuk kedalam tubuh manusia formalin dapat menimbulkan gejala buruk, seperti tenggorokan terasa panas, diare, muntah, keracunan dan efek jangka panjang bisa menyebabkan kanker.

 

Sebagai orangtua kita harus lebih bijak mengawasi makanan untuk anak-anak. Agar lebih aman berikan bekal dari rumah kepada anak-anak, sarapan pagi sebelum berangkat ke sekolah dan tekankan pada anak-anak untuk memilih jajanan yang aman, salah satu caranya tidak membeli jajanan yang berwarna mencolok. Pilihlah tempat bekal makanan yang aman dan tidak mengandung bahan-bahan kimia berbahaya.

Leave a Reply