Gamelan Menjadi Kurikulum Sekolah di 4 Negara Maju Ini

Gamelan adalah salah satu seni budaya yang berasal dari Indonesia dan berkembang di beberapa tempat di nusantara yaitu di Jawa, Sunda, Bali, Lombok dan Bugis. Kesenian gamelan diperkirakan suadah ada sejak zaman kerajaan Majapahit. Yaitu alat musik yang terbuat dari logam, kemudian instrumennya terus berkembang hingga bentuknya menjadi seperti gamelan yang ada sekarang.

Sampai pada perkembangan selanjutnya gamelan digunakan untuk mengiringi pagelaran wayang, tarian-tarian daerah dan dilengkapi dengan penyanyi atau sinden. Seni musik gamelan tidak hanya berkembang di Indonesia namun juga dijadikan sebagai inspirasi untuk mengembangkan musik-musik barat.

Seperti pertunjukan gamelan saat peresmian menara Eiffel pada tahun 1889, sangat berpengaruh pada karya-karya komponis Perancis saat itu, yaitu Claude Debussy. Para komponis barat berpikir untuk mengembangkan seni musik sebagai tradisi dan jati diri bangsa mereka. Sehingga para komponis barat banyak yang berpaling pada kebudayaan timur yang masih asli.

Gamelan menjadi kurikulum sekolah di negara Singapura, Selandia Baru, Amerika dan Jepang. di negara Amerika Serikat sendiri terdapat 500 lebih perangkat gamelan, sedangkan Jepang ada sekitar 100 unit perangkat gamelan, bahkan di Singapura hampir setiap sekolah dasar memiliki satu perangkat gamelan.

Selain itu gamelan juga diminati di negara Inggris, Australia Jerman dan perancis. Di negara Inggris, gamelan dijadikan sebagai alat terapi untuk narapidana yang kehilangan kepercayaan diri mereka.

 

1. Singapura

via beritabaik.web.id

via beritabaik.web.id

Gamelan dan keroncong telah lama dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah di negara Singapura dan Malaysia. Di negara Singapura gamelan menjadi mata pelajaran wajib di sekolah dasar, dan pada hampir semua wilayahnya di Singapura memiliki gamelan.

Mychael Dana, seorang penata musik ‘Life of Pi’ meraih Best Original Score di Golden Globe, dia menyisipkan gamelan Bali sebagai sountrack film yang dimainkan oleh Evergreen Club Contemporary Gamelan yg bermarkas di Toronto.

2. Selandia Baru

news.detik.com

via news.detik.com

Gamelan Jawa adalah salah satu kurikulum tetap yang ada di New Zealand School of Music atau NZSM Special Indonesian Gamelan. Ini berdasarkan kesepakatan antara Kedutaan Besar Republik Indonesia atau KBRI Wellington dengan NZSM yang menjalin kerjasama pada tahun 1975. Pada tahun yang sama KBRI Wellington memberikan seperangkat gamelan Pelog kepada NZSM dengan status pinjaman permanen.

Ada bunyi-bunyian yang terdapat di film ‘Hobbit The Desolation of Smaug’ yang tidak lain adalah bunyi gamelan yang dimainkan oleh grup gamelan di Wellington yaitu Padhang Moncar, Selandia Baru. Suara gamelan yang khas diikutsertakan sebagai bagian dari ilustrasi musik yang terdapat di film ‘The Hobbit’ tersebut.

3. Amerika

www.konfrontasi.com

via www.konfrontasi.com

Di negara Amerika gamelan Jawa sudah dikenal oleh sbagian universitas unggulan, seperti di Pittsburgh University terdapat jurusan gamelan Jawa, di California University, San Jose University , Lewis and Clark College University, Wesleyan University, Oberlin University, Northern Illinois University, Wiscounsin University, Michigan University, dan beberapa universitas terkemuka lainnya.

Sudah ada sekitar 15 ribu orang Amerika yang mempelajari gamelan jawa, gamelan-gamelan yang ada disana adalah gamelan buatan desa Sukoharjo, Jawa Tengah.

4. Jepang

japanesestation.com

via japanesestation.com

Gambar di atas adalah kelompok gamelan yang ada di universitas Shizuoka Jepang yang sedang berlatih gamelan. Di berbagai universitasi yang ada di Jepang, gamelan sudah menjadi media belajar, seperti Tokyo University of Fine Art and Music yang memiliki grup gamelan bernama Kyai Lambang Sari, di Kuntachi College of Music ada Gamelan Sekar Jepun dan gamelan college of music yaitu universitas Tokyo Osaka Tohogakuen, Hyogo University dan Osaka University.

Pemain Arsenal bermain gamelan Jawa

Video para pemain inti Arsenal sedang memainkan gamelan jawa di sebuah lapangan sepak bola. Pemain Arsenal ini telah bersiap untuk kunjungan mereka ke Jakarta dengan belajar bagaimana memainkan gamelan  ansambel musik tradisional dari Indonesia.

Per Mertesacker, Laurent Koscielny, Bacary Sagna dan Nacho Monreal  belajar tentang koleksi instrumen dan diberi latar belakang signifikansi sejarah dan budaya Indonesia dalam budaya Jawa.

One Response

  1. Madumoelagu 19 Agustus 2016

Leave a Reply